Khotbah

Khotbah tgl 15 Juli 2016
fs11
Khotbah tgl 8 Juli 2016
slider 7
Mutiara Kebijaksanaan
Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz pada 08 Juli 2016 di Baitul Futuh, London

Saat ini saya akan menyebutkan beberapa hal dalam keterangan kutipan-kutipan dari Hadhrat Mushlih Mau’ud radhiyAllahu ta’ala ‘anhu dan setiap poin rujukan ini adalah penting dan berbeda satu dengan yang lain. Seluruh poin rujukan mengandung pedoman, bimbingan dan nasihat di dalamnya. Sebagaimana diketahui, Hadhrat Mushlih Mau’ud ra menjelaskan di dalam rujukan-rujukan ini, beberapa hal yang juga merujuk/mengutip dari Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihish shalaatu was salaam.

Khotbah tgl 1 Juli 2016

fs11

Makna Pentingnya Shalat Jumat
Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz pada 01 Juli 2016 di Baitul Futuh, London

“Hai orang orang yang beriman! Apabila dipanggil untuk shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Hal demikian adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Dan, apabila telah diselesaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlah kepada Allah banyak banyak, supaya kamu mendapatkan kebahagiaan. Dan, apabila mereka melihat sesuatu perniagaan atau hiburan, berhamburanlah mereka kepadanya, dan meninggalkan engkau berdiri sendirian. Katakanlah, ‘Apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik daripada hiburan dan perniagaan. Dan Allah adalah sebaik baik Pemberi Rezeki” (62:10-12)

Khotbah tgl 24 Juni 2016

fs 5 feb 16 b

ESENSI BERIBADAH KEPADA ALLAH TA’ALA
Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz pada 24 Juni 2016 di Baitul Futuh, London

Mengapakah semua hal ini disebutkan secara khusus di bulan Ramadhan? Apakah semua itu diperlukan hanya selama bulan Ramadhan? Akankah kita tetap terbimbing selamanya jika kita hanya mengamalkan perintah-perintah Tuhan tersebut di bulan Ramadhan? Sesungguhnya, Ramadhan datang untuk mengingatkan kita tentang perkara-perkara tersebut supaya kita mengembangkan diri dan berjuang di bulan ini yang merupakan bulan pelatihan dan pendidikan, atau kita berusaha untuk berjuang, serta berupaya dan mencari jalan kedekatan kepada Allah Ta’ala dengan saling menyaksikan satu sama lain. Sebagian dari kalangan kita, dibandingkan sebagian orang kita yang lain sangat bagus dalam hal amal salehnya, dalam hal ibadahnya dan dalam hal akhlaknya. Selama hari-hari ini, kita bersama-sama dan berkesempatan untuk saling mengamati satu sama lainnya, karenanya kita menjadi peduli akan perbaikan kondisi atau keadaan kita sendiri, mendekatkan diri dengan Allah dengan mengikuti perintah-Nya, baik secara individu maupun bersama-sama dan mencoba memperoleh ‘standar pengabulan doa’ supaya memperoleh Qurb-Nya selamanya harus menjadi baik di dunia ini dan juga di akhirat.

 

Khotbah tgl 17 Juni 2016
fs9
Ramadhan: Hidup dalam Kehadiran Allah
Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz pada 17 Juni 2016 di Baitul Futuh, London

Allah Ta’ala telah mengalihkan perhatian kita pada hubungan istimewa antara Ramadhan dan diterimanya doa-doa dengan menempatkan ayat ini di tengah-tengah perintah-perintah kewajiban berpuasa, persyaratannya dan perintah-perintah terkait lainnya. Hadhrat Khalifatul Masih I ra menjelaskan mengenai hubungan ini sebagai berikut: “Karena berpuasa adalah sarana untuk belajar mengenai ketakwaan, dengan cara yang sama maka berpuasa juga adalah sarana untuk mendapatkan kedekatan dengan Allah. Oleh karena itu, bulan Ramadhan sendiri tidak bisa menjadi sarana diterimanya doa-doa kecuali jika Ramadhan juga dibuat sebagai sarana untuk belajar ketakwaan, menghabiskan hidup di dalam ketakwaan, dan membuat bulan Ramadhan tersebut menjadi sarana mendapatkan kedekatan dengan Allah. Dan ketika hal ini terjadi, maka hubungan yang dirangkai dengan Allah selama Ramadhan tidak akan hanya terbatas pada Ramadhan saja, namun tanda-tanda perubahan permanen kekal akan muncul. Allah telah menerangkan hal yang sama dalam ayat ini dengan berfirman

Khotbah tgl 10 Juni 2016
fs 5 feb 16 b
Ramadhan, Pembaharuan Diri dan Ketakwaan
Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz
pada 10 Juni 2016 di Baitul Futuh, London

Apa itu puasa? Puasa adalah sebuah tugas semata-mata untuk keridhoan Allah, sebuah kewajiban selama sebulan lamanya untuk menahan diri dari tindakan-tindakan yang diperbolehkan untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari kita di waktu selain Ramadhan. Di dalam bulan suci ini, manusia semata-mata untuk meraih ridho Allah, menahan dirinya dari tindakan-tindakan yang biasanya diperbolehkan dehingga dalam kondisi seperti ini seseorang tidak melakukan hal-hal yang buruk atau berbuat dosa. Hendaknya seseorang berpuasa dengan memahami intisari ‘Berpuasa’, yaitu melewati hari-hari dalam berpuasa dengan selalu mengingat dan berharap keridhoan Allah dan menahan dirinya dari segala sesuatu yang tidak diperbolehkan dan melakukan setiap tindakan yang telah diperintahkan oleh Allah swt. Jika tidak demikian maka puasa orang tersebut adalah sia-sia dan tidak berguna. Baginda Nabi Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah tidak memerlukan rasa laparmu. Sebab, tujuan utama dari berpuasa adalah agar seseorang memajukan ketakwaannya (kesalehan dalam takut kepadaNya)”

 

Khotbah tgl 3 Juni 2016

fr1

Datangnya Bulan Ramadhan yang Penuh Berkat

Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

pada 03 Juni 2016 di Baitul Futuh, London

Insya Allah Ta’ala, dalam waktu 3-4 hari lagi bulan Ramadhan yang penuh berkat akan tiba. Karena pada hari-hari ini waktunya terasa begitu panjang, maka akan menemukan banyak kesukaran dalam menjalankan puasa khususnya di kawasan yang cuacanya panas. Kendati demikian, puasa merupakan kewajiban bagi seluruh orang dewasa yang sehat. Tetapi, meskipun begitu, dalam keadaan tertentu ada kelonggaran berpuasa yang diberikan kepada sebagian orang dengan kondisi yang khusus, misalnya di wilayah bercuaca panas ada kemudahan bersyarat bagi para buruh dan beberapa jenis orang dengan beberapa syarat jika tidak mampu berpuasa di hari-hari Ramadhan ini

Demikian pula, di beberapa negara yang waktu siangnya berlangsung lebih lama sekitar 22 hingga 23 jam, sementara malamnya hanya 1,5 atau 2 jam yang itu pun tidak benar-benar gelap melainkan antara gelap malam dan terang, oleh karena itu, Jemaat-jemaat yang seperti itu kami sarankan agar menghitung waktu Sahur dan berbuka mereka dengan merujuk/menghitung waktu Sahur dan berbuka di negara-negara yang terdekat. Dengan cara ini puasa mereka akan berlangsung selama 18 hingga 19 jam saja. Jika kita tidak memberikan ketetapan ini maka tidak akan ada waktu sahur atau berbuka bagi mereka, juga tidak akan ada waktu untuk melaksanakan Tahajjud, adzan Subuh dan adzan Isya. Maka dari itu, Jemaat-jemaat tersebut harus menyesuaikan dengan informasi ini dalam corak ini

Puasa merupakan salah satu rukun (pokok) mendasar dalam Islam dan kewajiban yang harus dipenuhi. Ada beberapa pertanyaan sederhana yang muncul dari waktu ke waktu berhubungan dengan puasa yaitu mengenai sahur, berbuka dan berpuasa dalam perjalanan dan sakit. Dengan karunia Allah Ta’ala, ratusan ribu orang bergabung kedalam Jemaat kita ini setiap tahunnya dari berbagai kelompok kaum Muslimin dan yang lainnya dari agamaagama selain Islam. Di kalangan berbagai kelompok Muslim terdapat aneka macam 2 pandangan fiqih seputar hukum-hukum Islam. Ketika kalangan Muslim dari berbagai golongan tersebut bergabung dengan Jemaat maka mereka membawa pemikiranpemikiran yang sebelumnya [yang mungkin berbeda] sehingga menyebabkan kebingungan dalam beberapa hal sehingga memerlukan penjelasan dan jawaban secara detail atas persoalan tersebut

Khotbah tgl 27 Mei 2016

fs9

Khilafat Ahmadiyah

Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin,

Hadhrat Mirza Masrur Ahmad Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

pada tanggal 27 Mei 2016

Hari ini adalah tanggal 27 Mei dan sebagaimana setiap Ahmadi ketahui bahwa setelah kewafatan Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam, Kekhalifahan dimulai di dalam Jemaat Ahmadiyah ini. Dan sehubungan dengan itu, Jemaat pun merayakan hari ini sebagai Hari Khilafat. Kita bersyukur kepada Tuhan atas janji-Nya, atas nubuatan Nabi Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, dan atas khabar suka yang diberikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as mengenai Perwujudan Kedua (kudrat kedua) dari KekuasaanNya. Tuhan telah menyelamatkan kita dari perpecahan dan mengikat kita bersama-sama. Dengan mengacu hal tersebut, kita pun berjanji akan bersedia untuk melaksanakan segala jenis pengorbanan demi tegak dan berlangsungnya Kekhalifahan di dalam Ahmadiyah ini. Seratus delapan (108) tahun sejarah berdirinya Khilafat Ahmadiyah menjadi saksi akan hal tersebut bahwa dari generasi ke generasi, Jemaat berkorban dengan gigih untuk memenuhi janji tersebut. Tuhan senantiasa menganugerahkan kemampuan bagi setiap anggota Jemaat yang sekarang dan yang akan datang untuk melaksanakan janji tersebut.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda bahwa tujuan kedatangan beliau adalah untuk membawa manusia lebih dekat kepada Tuhan, juga untuk memenuhi segala kewajiban mereka kepada Tuhan dan kepada sesama mereka. Di dalam buku “Al-Wasiyyat” pun, setelah menceritakan kabar gembira berdirinya Khilafat, Hadhrat Masih Mau’ud as menjelaskan kepada kita untuk menjadikan semua itu sebagai bagian dari kehidupan kita. Lalu di tempat lain dalam buku yang sama beliau mengatakan bahwa jika kalian merendahkan diri sepenuhnya dihadapan Tuhan, maka atas kehendak Tuhan aku katakan kepada kalian bahwa kalian akan menjadi Jemaat-Nya yang saleh. Teguhkanlah hati kalian demi Keagungan Tuhan dan tunjukanlah Keesaan Tuhan bukan hanya dengan ucapan namun juga amal perbuatan sehingga Dia memberkati kalian dengan karunia-karunia Nya yang khas.

Khotbah tgl 20 Mei 2016

fs 5 feb 16 b

Ajaran Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam

Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin,

Hadhrat Mirza Masrur Ahmad Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

tanggal 20 Mei 2016

“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah mengikuti jejak langkah setan. Dan barangsiapa mengikuti jejak-jejak setan maka ketahui lah bahwa ia sesungguhnya menyuruh berbuat kekejian dan keburukan. Dan sekiranya tidak ada karunia Allah ataasmu, dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorang pun yang suci dari antaramu selama-lamanya. Tetapi Allah mensucikan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” U(24:22)

Dalam ayat ini dan ayat-ayat lainnya Allah Ta’ala menasehatkan anak Adam (umat manusia) dan orang-orang beriman agar tidak mengikuti jejak langkah Setan dan memperingatkan untuk menyelamatkan diri mereka dari Setan. Perintah ini diberikan karena Setan membangkang terhadap Allah dan memberontak terhadap perintah-perintah-Nya. Hal yang jelas bahwa siapa saja yang membangkang terhadap Allah Ta’ala dan melakukan perbuatan yang bertentangan perintahperintah-Nya akan mengajarkan hal yang sama kepada orang-orang yang mengikutinya apa-apa yang ia sendiri lakukan. Hasilnya, setan yang merupakan bahan bakar neraka, juga ingin menjadikan para pengikutnya sebagai bahan bakar neraka. Allah Ta’ala dengan jelas mengatakan kepada Setan, “Aku akan memenuhi Neraka dengan para pengikut kalian, tempat tinggal mereka adalah Jahanam.”

Setelah menerangkan semua ini dengan jelas, Allah Ta’ala berfirman, “Apakah manusia masih tidak mengerti bahwa Setan adalah   aduwwum mubiin ‘musuh yang nyata’ bagi mereka? Oleh karena itu selamatkanlah diri kalian dari musuh tersebut.”

Khotbah tgl 13 Mei 2016

fr2

Pembukaan Masjid Mahmud: Masjid Malmo

Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin,

Hadhrat Mirza Masrur Ahmad Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

tanggal 13 Mei 2016 di Masjid Mahmud di Malmo, Swedia

Alhamdulillah, Allah Ta’ala mengizinkan dan memungkinkan Jemaat kita, Islam Ahmadiyah di Swedia untuk membangun masjid kedua mereka yang dinamakan Masjid Mahmud. Anggota jemaat baik yang pria maupun yang wanita menunjukkan ketulusan, keikhlasan dan kesungguhan yang luar biasa dalam pembangunan masjid ini. Mengingat Jemaat kita Swedia ini jumlahnya relatif sedikit, proyek pembangunan masjid ini terbilang proyek yang luar biasa besar sekali bagi mereka. Banyak dari anggota Jemaat Swedia yang tidak memiliki pekerjaan, ada juga para orang tua, anak-anak dan Ibu rumah tangga. Sementara anggota Jemaat yang memiliki penghasilan menunjukkan saling berlomba dalam pengorbanan yang sangat besar, para wanita dan anak-anak juga tidak ketinggalan dalam memberikan contoh luhur untuk mendahulukan keimanan di atas hasrat dan keinginan dalam hal-hal duniawi guna pembangunan rumah Tuhan ini.

Siapakah orang yang tidak memiliki keinginan dan kebutuhan mereka masing-masing? Faktanya, terutama dalam zaman sekarang ini ketika ha-hal materi dan bersifat keduniawian yanga tidak terhitung jumlahnya menarik perhatian seseorang, maka melihat semangat pengorbanan harta para Ahmadi tentu ia akan heran dan tercengang. Bukan hanya pembangunan satu buah masjid, melainkan banyak program pembangunan masjid-masjid, rumah-rumah misi dan pusat shalat/mushalla, juga pembelian dan pembangunan pusat-pusat Tabligh. Bersamaan dengan itu, ada juga infaq-infaq (pengeluaran-pengeluaran) lain yang dilaksanakan.

Khotbah tgl 6 Mei 2016

fs11

Inti Syukur Kepada Allah

Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

tanggal 06 Mei 2016 di Mesjid Nusrat Jahan, Copenhagen, Denmark.

Sekitar 11 tahun yang lalu saya mengadakan kunjungan kemari (Denmark). Waktu berlalu begitu cepat. Pada waktu itu mereka yang dulunya masih anak-anak, sekarang sudah jadi para pemuda/i dan mungkin saja sebagian dari anak-anak muda 11 tahun lalu itu sudah menjadi orang tua pada saat ini. Allah Ta’ala telah mengaruniai banyak rahmat dan berkat bagi Jemaat di sini secara fisik dan kasat mata. Saat ini mereka sudah memiliki kantor, aula yang besar dan perpustakaan yang berdampingan dengan masjid. Rumah misi yang ada di sana telah diperluas dan sekarang terdiri dari akomodasi untuk muballigh dan guest house (ruang tamu) yang dekat dengan aula. Semua ini adalah atas karunia Allah Ta’ala. Jika keluarga Ahmadi telah bertumbuh, kekayaan mereka juga tumbuh, dan anggota Jemaat pun telah bertambah dan berkembang dalam artian fisik, maka tentu saja hal ini membuat semua orang dari kita bersyukur kepada Allah. Bagaimana menunaikan hak syukur ini dan memenuhi tuntutannya? Kita yang telah menerima Imam Zaman meyakini bahwa kita telah menerima seseorang yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw akan mengambil kembali iman dari Bintang Tsurayya (Pleiades).

Jika kita telah beriman kepada Imam Zaman ini maka kita juga harus membuat pemikiran-pemikiran kita sesuai dengan pemikiran orang-orang yang beriman. Kita tidak boleh merasa sudah senang mengaku beriman hanya dengan mengucap kalimat syukur di bibir saja ‘Alhamdulillah [sudah mengimani Imam Mahdi]’. Kita harus bercermin diri dan melihat secara benar apakah kita telah melaksanakan perintah-perintah Tuhan dalam amalan-amalan kita? Apakah kita menghabiskan hidup kita seperti layaknya orang beriman sejati sebagaimana yang telah dijelaskan secara rinci oleh Allah dan Rasul-Nya saw? Hal mana itu juga yang telah dibukakan khazanahnya kepada kita di masa kini oleh Hadhrat Masih Mau’ud as?

Khotbah tgl 29 April 2016

fs9

Ajaran Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam

Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin,

Hadhrat Mirza Masrur Ahmad Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

tanggal 29 April 2016 di Masjid Baitul Futuh, Morden, London, UK.

Semenjak Hadhrat Masih Mau’ud as mendakwakan diri beliau dan mendirikan Jemaat Ahmadiyah hingga saat ini, orang-orang Muslim terus-menerus menuduh Hadhrat Masih Mau’ud as dan Jemaat Ahmadiyah bahwa kita menolak konsep Khataman Nabiyyin karena Hadhrat Masih Mau’ud as menyebut diri beliau sendiri sebagai Nabi atau karena kita (Jemaatnya) mengakui beliau sebagai seorang Nabi. Padahal pada hakekatnya, hal tersebut adalah tuduhan bohong yang dibuat-buat. Kita, sesuai dengan ajaran Hadhrat Masih Mau’ud as, kita lebih yakin lagi dengan ke-Khataman Nabiyyin-an Nabi Muhammad saw dan lebih menunjukkannya lagi; dan hati kita semakin dipenuhi dengan kecintaan kepada Rasulullah saw, serta kita mengembangkan dan menyebarkan ajaran dan agama yang beliau saw bawa; jika dibandingkan, dalam hal ini kita lebih dari golongan-golongan Islam yang lain.

Bahkan, dalam penjelasan sesuai pelajaran-pelajaran dari Hadhrat Masih Mau’ud as, mereka (orangorang Muslim umumnya) belum mengerti 1/100.000 (seper seratus ribu) pun dibandingkan dengan para Ahmadi tentang kedudukan Baginda Nabi Muhammad saw.

Khotbah tgl 22 April 2016
slider 7

Shalat

Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

tanggal 22 April 2016 di Masjid Baitul Futuh, Morden, London, UK

Hadhrat Mushlih Mau’ud radhiyAllahu ta’ala ‘anhu mengatakan bahwa dua aspek pemurnian atau penyucian diri yang sangat penting bagi manusia; salah satunya adalah pemurnian pikiran. Sedangkan yang satunya lagi adalah untuk memiliki perasaan yang baik dan halus serta perasaan yang mendalam. Hal itu harus perasaan yang permanen/tetap terusmenerus. Maksudnya, bukan hanya sebagai perasaan yang sementara sebagai hasil dari pemurnian/pembersihan hati yang sementara waktu saja. Itu artinya pendirian dan perasaan takwa yang mendalam dan yang kuat bertahan dapat lahir dari sebuah hati yang benar-benar telah dibersihkan secara sempurna. Adapun pemikiran-pemikiran yang murni secara terusmenerus dan kuat bertahan dilahirkan dari pemikiran atau akal yang telah dibersihkan.

Dalam Bahasa Arab, kondisi ini dinamakan “التنوير’ “tanwiir’. Ini adalah kondisi ketika cahaya (nur) tercipta di dalam diri manusia yang mana itu selalu menciptakan pemikiran yang benar di dalam dirinya. ‘Tanwiir artinya bukanlah dengan usaha sungguh-sungguh semata menghasilkan pemikiran-pemikiran yang suci dan pantas, melainkan itu adalah sebuah pengembangan bakat/karunia tatkala seseorang senantiasa melahirkan pemikiran-pemikiran yang suci dan pantas/layak, dan ketika pemikiran-pemikiran yang salah/tidak benar tidak pernah dia munculkan; dan itu termasuk bagian dari intuitif bahwa kondisi ini tidak dihasilkan kecuali dengan usaha keras secara terus-menerus dan juga dengan karunia Allah Ta’ala.

Ringkasnya, Hadhrat Muslih Mau’ud radhiyAllahu ta’ala ‘anhu menjelaskan tema bahasan ini, “Saya telah mendengarkan Hadhrat Masih Mau’ud as, di banyak kesempatan saat beliau as ditanyai mengenai hal-hal yang menyangkut keputusan-keputusan Fiqh (hukum-hukum Islam) dan beliau hapal sekali siapa orangnya yang sangat paham dan mengerti hal itu serta sibuk berkecimpung dalam bidang tersebut, maka beliau as bersabda, ‘Silakan datang kepada Maulwi Nur ud Din atau Maulawi Abdul Karim (ra) atau Maulwi Muhammad Ahsan atau salah seorang dari Maulwi-maulwi lainnya.’

Khotbah tgl 15 April 2016
fs 5 feb 16 b

HAKIKAT SHALAT

Ringkasan Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

pada 15 April 2016 di Baitul Futuh, London

Di berbagai tempat, Al-Quran menarik perhatian ke arah pendirian shalat. Terkadang Allah Ta’ala berfirman bahwa peliharalah shalat kalian dan adakalanya juga difirmankan bahwa tegakanlah shalat kalian secara dawam dan tepat waktu. Pendek kata, Allah Ta’ala berkali-kali telah memerintahkan ke arah penegakan shalat serta keutamaannya. Oleh sebab itu, Dia berfirman:“Dan, tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [AdzDzariyat, 51:57].

Namun manusia malah menjauh dan tidak mengenal hal ini. Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda bahwa Allah Ta’ala telah menciptakan kalian untuk menyembah kepada-Nya. Mereka yang tidak mengikuti firman-Nya ini menyerupai binatang yang hanya makan, minum lalu tidur saja lalu hilang dari karunia-Nya. Sebaliknya, seseorang yang menyatakan bahwa ia memiliki keimanan di dalam hatinya hendaklah mengerahkan upaya terbaiknya agar menjadi seorang penerima karunia Ilahi

Khotbah tgl 8 April 2016

fs11

Butir-Butir Mutiara Hikmah dari Hadhrat Khalifatul Masih II ra

Ringkasan Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz pada 08 April 2016 di Baitul Futuh, London

Pada suatu kesempatan Hadhrat Mushlih Mau’ud ra pernah menerangkan bahwa kita seharusnya terusmenerus melakukan refleksi diri secara teratur apakah segala tindakan dan keputusan-keputusan kita sudah sesuai dengan Al Quran dan Hadis ataukah tidak.

Sedangkan mengenai perkara-perkara yang tidak kita temukan resolusi (penjelasan penyelesaian)nya di dalam Al-Qur’an dan Hadits, kita harus memakai referensi Sunnah (amal perbuatan tetap) dan keputusan para Ulama Salaf (terdahulu, masa awal Islam).

Hadhrat Masih Mau’ud as pernah ditanya mengenai hal ini, “Bagaimana seharusnya kami menyelesaikan persoalan-persoalan kami dan dari mana kami mengambil pegangan dan petunjuk?”

Beliau as menjawab, “Manhaj (pedoman, jalan) saya ialah yang utama dan pertama-tama dilakukan adalah mengikuti petunjuk Al Quran. Dan jika petunjuk mengenai perkara tertentu tidak dapat ditemukan di dalam Al Quran, maka kita harus melihat ke Hadis. Dan jika perkara tersebut juga tidak ditemukan di sana, maka keputusan yang diambil untuk perkara tersebut harus didasarkan pada kesimpulan dan keputusan dari para ulama terdahulu. Harus juga jelas bahwa Hadhrat Masih Mau’d as telah mengatakan Sunnah derajatnya lebih diutamakan dibanding Hadis. Perkara-perkara yang terbukti dari Sunnah itu harus diamalkan, dan setelahnya Hadits. Sunnah adalah amalan-amalan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw yang mana para Sahabat beliau belajar dari beliau, dan pada gilirannya dipelajari oleh para Tabi’un (Kaum Muslim yang lahir setelah Rasulullah saw wafat namun sezaman dengan para Sahabat dan kemudian oleh para Tabi’ut Tabi’un [generasi Muslim yang datang setelah para Tabi’un]. Dan, setelahnya, umat beramal atasnya.”

 Khotbah tgl 1 April 2016

 

fs9

Mutiara hikmah

Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz pada 01 April 2016 di Baitul Futuh, London

Pada khotbah jumat yang lalu dibacakan suatu kutipan Hadhrat Masih Mau’ud as yakni beruntunglah mereka yang lahir di zaman Hadhrat Masih Mau’ud as dan berbahagialah mereka karena Allah Ta’ala telah menciptakan mereka di zaman ini dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung merasakan zaman Hadhrat Masih Mau’ud as – yakni suatu zaman yang sangat dirindukan oleh mereka yang telah wafat.

Sungguh, kita para Ahmadi termasuk di kalangan orang-orang yang beruntung, yang telah berbaiat kepada Hadhrat Masih Mau’ud as dan termasuk di kalangan orang-orang yang mengamalkan perintah Allah Ta’ala. Ada orang-orang yang tidak beruntung, yang tidak mendapatkan taufik untuk berbaiat kepada beliau as meskipun berada di zaman tersebut. Ada juga yang tidak beruntung, yang memusuhi dan menetang beliau as dengan cara yang melampaui batas dan mahrum (luput) dari bimbingan utusan-Nya. Orang-orang semacam ini ada terpecahbelah. Bagaimanapun, kita tidak cukup hanya dengan bersyukur saja atas bimbingan-Nya yang membawa kita ke jalan yang benar.

Khotbah Jumat tgl 11 Maret 2016

fs8

Ringkasan Khotbah :

Baitul Futuh, London – 11 Maret 2015
KEBAIKAN DAN KEBURUKAN

Hai orang-orang yang beriman! Janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan. Dan barangsiapa yang mengikuti jejak-jejak syaitan, bahwa sesungguhnya ia menyuruh berbuat kekejian dan keburukan. Dan, sekiranya tidak ada karunia Allah atasmu, dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorang pun yang suci di antara kamu selama-lamanya. Tetapi Allah mensucikan siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. [An-Nur, 24: 22]

Sejak awal, syaithan telah menjadi musuh manusia dan akan terus demikian. Ketika menciptakan manusia, Allah Ta’ala memberikan kapasitas untuk bebas kepada syaithan karena Allah mengetahui bahwa para hamba-Nya yang mukhlis akan selamat dari serangan syaitan. Syaithan tidak menyerang secara zahir seperti halnya bertarung secara berhadap-hadapan. Akan tetapi syaithan membawa orang-orang jauh dari ketakwaan melalui tipudaya, keserakahan dan melalui kecendrungan manusia untuk bersikap sombong yang senantiasa membawa mereka kepada keburukan.

Khotbah Jumat tgl 4 Maret 2016

fs 5 feb 16 b

 Ringkasan Khotbah :

KHALIFATUL MASIH II ra: MUTIARA HIKMAH Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz 4 Maret 2016 di Baitul Futuh – London, UK. “Assalamu-Alaikum wa Rahmatullah

Saya telah menceritakan di sebagian khotbah saya yang lalu kisah-kisah dan hikayathikayat yang dapat diambil pelajaran darinya, dan Hadhrat Mushlih Mau’ud radhiyAllahu ta’ala ‘anhu pernah meriwayatkan dari Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam. Pada saat saya memilihkan sebagian dari kisah-kisah dan hikayat-hikayat tersebut guna diceritakan pada hari ini, muncul di benak saya masih hidupnya kisahkisah dan hikayat-hikayat hingga hari ini adalah berkat jasa Hadhrat Masih Mau’ud as. Andai saja kisah-kisah ini tidak pernah tertulis di dalam buku-buku Jemaat, mungkin saja itu sudah lama terlupakan dan tidak dibicarakan oleh seorang pun hingga hari ini. Sekarang berbagai kisah itu telah diterjemahkan kedalam sejumlah bahasa [karena disampaikan di dalam khotbah Jumat]. Sebagaimana telah saya sampaikan, saya memilih sebagian kisah untuk diceritakan hari ini, itu bukan sekedar kisah atau cerita saja, melainkan sebagian adalah kisah nyata terjadi, dan di sebagiannya lagi Hadhrat Masih Mau’ud as memaparkannya sebagai nasehat-nasehat pada beberapa hal. Beberapa diantara kisah tersebut terdengar lucu namun sebenarnya senantiasa mengandung nasehat dan bersifat untuk perbaikan. Saya sampaikan kisah pertama yang tampaknya lucu.

Khotbah Jumat tgl 26 Februari 2016

fs9

Ringkasan Khotbah :

Setelah mengucapkan “Assalamo-Alaikum wa Rahmatullah”, tasyahud, syahadat, ata’awudz, dan tilawat Surah Al-Fatihah, Hazoor Aqdas Atba bersabda: ‘Di dunia ini, banyak orang yang ikut ambil bagian dalam berbagai macam perbincangan yang tak berfaedah. Mengoceh atau bergurau satu-sama lain tanpa tujuan, yang akhirnya berujung kepada silang pendapat dan pertentangan. Berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, sia-sia dan melantur serta tak berfaedah yang hanya berakibat kepada berbagai kesulitan dan perseteruan.  Padahal Al Quranul Karim telah melarang orang-orang mukmin untuk berkecimpung dalam perkara yang laghwi (tak berfaedah).  Hazrat Muslih Mau’ud (ra) menyampaikan nasehat ini dengan suatu contoh yang biasa diberikan oleh Hazrat Masih Mau’ud (as).Al Quran Karim menyatakan:…’wa idza marruu bilaghwi, marruu kiraman’.

 

Khotbah Jumat tgl 19 Februari 2016

slider 7

Ringkasan Khotbah

Nubuatan Tentang Al Muslih Mau’ud

Disampaikan oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad Atba,
Khalifatul Masih Al-Khamis, di Masjid Baitul Futuh, London UK.

     Setelah mengucapkan “Assalamo-Alaikum wa Rahmatullah”, tasyahud, syahadat, ata’awudz, dan tilawat Surah Al-Fatihah, Hazoor Aqdas Atba bersabda: ‘Tanggal 20 Februari sudah dikenal sebagai tanggal dicanangkannya Nubuatan Mengenai Al Muslih Mau’ud di dalam Jamaat Ahmadiyah.  Di dalam Nubuatan ini Allah Taala mengabarkan Hadhrat Masih Mau’ud a.s., bahwa beliau akan dikaruniai seorang anak laki-laki yang akan mengkhidmati agama dengan berbagai keistimewaan sifat-sifatnya.  Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengatakan, bahwa peristiwa ini bukan hanya sekedar Nubuatan saja, melainkan juga sebagai suatu penzahiran Tanda-Ilahi akan kebenaran dan keagungan Nabi Karim Hadhrat Musthafa Muhammad Rasulullah SAW.

 

Khotbah Jumat tgl 12 Februaru 2016

fs 5 feb 16 b

Ringkasan Khotbah Jumat

Hadhrat Khalifatul Masih II r.a.: ‘Mutiara-mutiara Hikmah.’
Disampaikan oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad Atba,
Khalifatul Masih Al-Khamis, di Masjid Baitul Futuh, London UK

     Setelah mengucapkan “Assalamo-Alaikum wa Rahmatullah”, tasyahud, syahadat, ta’awudz, dan tilawat Surah Al-Fatihah, Hazoor Aqdas Atba melanjutkan Khutbah Jumah beliau mengenai berbagai hikayat yang meningkatkan akhlak, serta beberapa Dars yang disampaikan oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. sebagaimana yang dituturkan oleh Hadhrat Muslih Mau’ud r.a..
Hadhrat Masih Mau’ud a.s. suka membacakan berbagai cerita yang dapat meningkatkan akhlak bagi anak-anak beliau.

Khotbah Jumat tgl 5 Februari 2016

fs11

Ikhtisar Khutbatul Jumah 5 Pebruari 2016

Siddiq dan Kadhdhzab
Disampaikan oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad Atba,
Khalifatul Masih Al-Khamis, di Masjid Baitul Futuh, London UK

    Setelah mengucapkan “Assalamo-Alaikum wa Rahmatullah”, tasyahud, syahadat, ata’awudz, dan tilawat Surah Al-Fatihah, Hazoor Aqdas Atba bersabda: ‘Masih di zaman kehidupan Hadhrat Masih Mau’ud a.s. disampaikan oleh salah seorang pembicara di dalam suatu Pidato Jalsah Salanah bahwa perbedaan risalah Hadhrat Masih Mau’ud [Imam Mahdi] a.s.  dengan Kaum Muslimin lainnya, hanyalah: Jika mereka masih mempercayai Hadhrat Isa a.s. naik ke langit, sedangkan kita meyakini, bahwa beliau a.s. sudah wafat secara wajar.

 

Khotbah Jumat tgl 29 Januari 2016

fs8

Setelah mengucapkan “Assalamo-Alaikum wa Rahmatullah”, tasyahud, syahadat, ata’awudz, dan tilawat Surah Al-Fatihah, Hazoor Aqdas Atba menyampaikan: ‘Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: ‘Allah Swt itu [bersifat] Al-Batin, atau tersembunyi. Akan tetapi dapat dikenali melalui Sifat-sifat Kekuasaan-Nya.

Setiap insan dapat menemukan Wujud-Nya melalui do’a-do’a. Setiap diri manusia, termasuk Raja-raja ataupun Kaisar pasti pernah mengalami saat-saat yang sulit, yang dapat merendahkan harkatnya dan kehilangan akal. Maka pada masa-masa yang muskil seperti itulah do’a-do’a dapat mengatasinya.

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: ‘Sebagaimana telah aku nyatakan di berbagai tempat dengan konteks yang berlain-lainan, mengenai kemakbulan do’a, beberapa orang sahabah sungguh-sungguh mengalaminya, dan menyadarkan orang lain mengenai kemujaraban do’a-do’a mereka.

 


 

Khotbah Jumat tgl 22 Januri 2016

fs11

“Dan pembalasan terhadap suatu pencederaan (melukai) adalah pencederaan yang setimpal dengannya, tetapi barang siapa yang memaafkan dan memperbaiki, maka ganjarannya ada pada Allah. Sesungguhnya, Dia tidak menyukai orang-orang aniaya.” [AsySyura, 42:41] Ajaran Islam sehubungan dengan pelaku pelanggaran adalah perlakuan yang di dalamnya terdapat perbaikan, baik itu pelanggaran besar maupun kecil, baik itu berdampak merugikan orang lain dengan cara yang sepele ataupun yang berlebihan; baik itu dari kalangan yang memusuhi/lawan atau bukan. Pada ayat yang baru saja saya bacakan tadi terdapat perintah yang di dalamnya ada dimungkinkan untuk pemberian hukuman terhadap pelaku pelanggaran dan kejahatan, namun juga bersamaan dengan itu terdapat dorongan untuk ishlaah (perbaikan).

 


 

Khotbah Jumat tgl 15 Januari 2016

fr1

Allah Ta’ala senatiasa menjaga Para Wali, orang-orang yang dicintai-Nya dan anak keturunan mereka dan memberkati mereka selama anak keturunan mereka itu tetap berada di jalan yang benar. Dalam memberi missal Hd Muslih Mau’ud, Khalifatul Masih II r.a. mengemukakan riwayat Hd Ali r.a. dan bersabda: Lihatlah ketika Hd Rasulullah saw mula-mula dilantik (diutus) sebagai Nabi, telah mengundang anggota keluwarga dekat beliau untuk jamuan makan agar beliau saw dapat menyampaikan amanat kebenaran kepada mereka. Setelah makan bersama ketika baru saja Hd Rasulullah saw berdiri untuk pertama kali berbicara demi menyampaikan amanat kebenaran kepada mereka, maka Abu Lahab, paman beliau saw membubarkan semua orang yang hadir pada waktu itu dan merekapun pulang.

 


 

Khotbah jumat tgl 8 Januari 2016

fr2

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda bahwa Allah Ta’ala telah berfirman melalui wahyu ini bahwa Dia sendirilah yang merupakan Penjaga dan bahkan Hadhrat Masih Mau’ud as hendaknya tidak memikirkan keterlibatan siapapun dalam pekerjaannya. Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda bahwa hendaknya setiap Ahmadi memperhatikan wahyu ini, “Allah Ta’ala tidak bergantung dan memerlukan pengkhidmatan kalian, juga pertolongan kalian, atau pengorbanan kalian. Dia telah mendirikan Jemaat ini dan Dia sendiri yang akan membuatnya berjalan.”

 


 

hotbah jumat tgl 1 jan 2016 

fs6

Hari ini merupakan hari pertama tahun baru. Tahun ini dimulai dengan hari Jumat yang penuh berkat. Merupakan suatu kebiasaan untuk saling mengucapkan selamat tahun baru. Demikian pula orang-orang juga mengirimkan ucapan selamat kepada saya (Hadhrat Khalifatul Masih V atba) dan mereka juga saling mengucapkannya satu sama lain. Tahun baru ini dirayakan di negara-negara maju di dunia Barat dengan berpesta dan mabuk-mabukan sepanjang malam disertai dengan pertunjukan kembang api.