khotbah read 19 agt 2016

Tinjauan Jalsah Salanah UK 2016
Ringkasan Khotbah Jumat
Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz
19 Agustus 2016 di Masjid Baitul Futuh, London, UK (United Kingdom of Britain).
أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه .ُ
أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.
بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا
الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ . (آمين)
Dengan karunia Allah Ta’ala, Jalsah Salanah UK telah diselenggarakan pada minggu
lalu. Meskipun saat itu kita diliputi oleh berbagai macam kekhawatiran; dan yang terpokok dari
kecemasan dalam penyelenggaraan Jalsah dengan aman itu ialah situasi dunia dewasa ini, tetapi
dengan pertolongan Allah, tiga hari pelaksanaan Jalsah berjalan dengan sangat baik dan selesai
dengan aman. فالحمد لله على ذلك falhamdu liLlaahi ‘alaa dzaalik. Alhamdulillah atas hal itu. Dan Jalsah
pun berakhir dengan sukses. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melindungi Jemaat ini dari segala
bentuk kejahatan dan keburukan di masa mendatang. [Aamiin.] Semoga pengaruh dan dampak dari
suasana keruhanian yang para Ahmadi dan juga non Ahmadi rasakan tersebut dapat terus ada untuk
selama-lamanya. Para Ahmadi dan non Ahmadi yang menghadiri Jalsah tersebut mengungkapkan
bagaimana suasana ruhani yang dialami oleh mereka selama berlangsungnya Jalsah Salanah. Semoga
kita semua senantiasa bersyukur dan tunduk bersujud di hadapan Allah Ta’ala dan semoga kita dapat
memenuhi janji kita untuk mendahulukan kepentingan agama di atas segala kepentingan dunia.
Semoga kita semua dapat terus menjadikan segala sesuatu kesan suci dalam diri kita di Jalsah ini,
menjadi bagian dalam kehidupan kita di masa depan.

Kita harus terus berdoa, “Ya Rabb (Tuhan), semoga hujan berkat dan karunia yang Engkau turunkan kepada kami dan kabar suka yang Engkau berikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as dan yang sedang Engkau genapi saat ini, tidak pernah Engkau ambil kembali dikarenakan kesalahan dan kekurangan kami.” Kita harus terus berdoa, “Ya Rabb, hanya Engkaulah yang dapat menganugerahi kami kekuatan untuk dapat mengerjakan amal shaleh dan untuk tetap teguh dalam mengamalkannya. Kami hanya dapat mengatasi segala kelemahan kami yaitu semata-mata dengan karunia dari Engkau berkatilah usaha-usaha kami yang sederhana ini. Masukkanlah kami ke dalam golongan hamba Engkau yang senantiasa berhubungan dengan Engkau dan bersyukur kepada Engkau” Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita semua agar dapat senantiasa bersyukur
kepada-Nya dan menjadi pembenaran ayat, لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ‘Jika kamu sekalian bersyukur, Aku pasti
akan memberikan nikmat yang lebih pada kalian.” (Ibrahim, 14: 8)

Dengan karunia Allah Ta’ala, sejak awal sekali sebelum Jalsah, pengaturan dan pekerjaan-pekerjaan Jalsah telah dimulai dengan sangat baik. Para Khuddam, Atfal dan Anshar mengajukan diri mereka sendiri secara sukarela untuk berkhidmat di Jalsah ini. Wikari Amal dimulai dua atau tiga minggu sebelum pelaksanaan Jalsah – sebagaimana telah saya sebut dalam khotbah sebelumnya- dan pekerjaan terus berlangsung hingga 2 minggu setelah penutupan Jalsah Salanah untuk proses pembongkaran dan pembenahan peralatan dan perlengkapan. Para panitia melakukan kerja keras disertai dengan dedikasi tinggi dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Jalsah Salanah UK telah menjadi Jalsah Internasional dengan adanya Khalifah-e-Waqt di sini (UK). Banyak sekali perwakilan dari berbagai Negara datang ke sini untuk menghadiri Jalsah. Namun, tahun ini, Jalsah ini benar-benar telah menjadi Jalsah Internasional dari segi banyaknya pengunjung Jalsah dan juga kehadiran para relawan dari berbagai Negara.

Tahun lalu, Khuddam sukarelawan dari Kanada datang ke Jalsah, tetapi berjumlah sedikit dan
kurang dimanfaatkan dengan cara yang tepat atau belum terorganisir untuk berkhidmat dengan baik
karena sempitnya waktu. Tahun ini, bukan hanya pengaturan sudah jauh lebih baik bahkan para
relawan yang datang dari Kanada juga bertambah banyak. Tahun ini, Khuddam dari USA pun ikut
berpartisipasi dalam wikari amal. Dari segi relawan yang hadir saja, Jalsah tahun ini dapat dikatakan
sebagai Jalsah Internasional. Para relawan datang dari berbagai negara. Para relawan dari USA
berpartisipasi lebih dahulu, dalam masa persiapan Jalsah. Sejumlah lebih dari 150 orang relawan dari
Kanada ambil bagian dalam masa pembersihan arena Jalsah. Sadr Khuddamul Ahmadiyah UK
menginformasikan kepada saya bahwa para relawan internasional bekerja dengan sangat luar biasa,
cepat dan sangat terorganisir dengan baik. Mereka juga memiliki gairah yang sangat besar untuk
dapat berkhidmat di Jalsah ini. جزاهم الله جميعا Semoga Allah Ta’ala memberikan ganjaran yang terbaik
kepada para relawan tersebut.

Para Khuddam dan Atfal UK yang telah bekerja juga berhak untuk kita sampaikan terima kasihnya dan penghargaannya karena mereka telah dengan sangat keras dan bersungguh-sungguh bekerja. Para panitia dan peserta Jalsah juga jangan merasa telah puas dengan berterimakasih kepada Khuddam, Atfal dan pengurus Jemaat UK saja, tetapi kita juga hendaknya berterima kasih kepada Khuddam dari USA dan Kanada atas dedikasi dan bantuan mereka. Yang paling utama adalah kita harus bersyukur kepada Allah Ta’ala karena Dia telah memberikan kita karunia berupa para relawan yang lahir dan berkembang di beberapa Negara maju, di Eropa dan negeri-negeri Barat lainnya yang mana mereka mengajukan diri mereka sendiri untuk melakukan pengkhidmatan dengan tanpa pamrih.
Dari UK, ada sekitar 6.000 perempuan dan laki-laki dari berbagai umur yang berkhidmat secara sukarela di Jalsah ini. Ini semata-mata karunia Allah Ta’ala kepada kita. Mereka ditugaskan sebagai panitia di bidang kebersihan toilet, memasak di dapur, menyediakan makanan di ruang makan dan mengerjakan pekerjaan lain seperti keamanan dan parker kendaraan. Mereka mengerjakan pekerjaan mereka dengan sangat giat dan kemudian membereskannya dengan cara yang sangat terorganisir juga.

Takkan kalian lihat pemandangan ini di manapun di dunia ini. Oleh karena itu, semua relawan, para pekerja, dan pembantu lainnya pantas mendapatkan ucapan terima kasih dari kita dan mereka juga hendaknya bersyukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan mereka kesempatan untuk mengkhidmati tamu-tamu Hadhrat Masih Mau’ud as. Mereka juga hendaknya berdoa untuk diri mereka sendiri agar di waktu mendatang, semoga Allah Ta’ala menganugerahi mereka kesempatan yang lebih besar lagi untuk dapat berkhidmat.

Banyak sekali tamu yang datang dari luar Jemaat yang menyatakan kekaguman besar mereka
atas pekerjaan yang dilakukan oleh anak-anak, para pemuda dan orang tua, yang membuat mereka
begitu terkesan. Berikut ini saya sampaikan beberapa komentar berkesan dari beberapa orang
tamu. Tabligh secara pasif yang dilakukan melalui program-program Jalsah dan juga melalui para
pekerja dan relawan selama berlangsungnya Jalsah memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada
memberikan literatur kepada mereka atau metode-metode tabligh lainnya.

Menteri Pertahanan dari Benin turut hadir di Jalsah ini. Dia mengatakan, “Dengan berpartisipasi dalam Jalsah ini, saya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan duta-duta yang sesungguhnya dari kecintaan dan perdamaian. Setiap anak dan pemuda bertemu satu sama lain dengan ramah. Jika seorang tamu tidak memahami bahasa yang lain maka orang lain itu menghadapi tamu tersebut dengan ceria dan mereka berusaha untuk menyambut para tamu dalam bahasa mereka (bahasa sang tamu) dengan penuh senyuman. Jalsah merupakan gambaran yang sesungguhnya dari sebuah persaudaraan hakiki. Selain itu, Jalsah ini benar-benar merupakan pusat perdamaian. Semua peserta, baik itu tua ataupun muda, mencoba untuk melakukan satu pengorbanan yang sedemikian rupa demi membuat orang lain merasa nyaman.

Dia mengatakan, “Jalsah anda mirip dengan Academy yang mengajarkan saya banyak hal. Saya tidak pernah melihat satu keributan di pertemuan besar ini. Tiap hal berjalan dengan teratur dan dengan cara yang baik. Sangatlah menakjubkan bagi saya melihat bagaimana semua orang –tua atau muda- bekerja dengan sangat keras untuk melayani para tamu dan memenuhi keperluannya. Jika satu isyarat diberikan kepada mereka bahwa ada sesuatu yang dibutuhkan namun tidak ada, maka mereka dengan cepat membawanya dan kemudian menyediakannya. Yang paling penting adalah pengaturan keamanan yang sangat efektif bagi semua orang yang menghadiri Jalsah ini. Sebuah pengaturan keamanan yang sesuai telah dilakukan dengan sedemikian rupa sehingga seolah-olah kita merasa orang-orang profesional yang mengurusnya, meskipun tidak ada tentara ataupun polisi yang terlihat. Saya ingin mengetahui rahasia di balik organisasi semacam itu. Saya menyadari bahwa komunitas ini berdiri di belakang seorang Khalifah dan karenanya, Jemaat yang mengimani Khalifah tersebut menjadi seperti barisan tentara yang siap-sedia untuk menghadapi segala pengorbanan apapun demi keberkatan Khilafat.”

Demikianlah komentar dari bukan Ahmadi. Seorang wartawan dari Benin juga hadir di Jalsah UK. Ia berkata, “Jika seseorang diberitahu tentang acara Jalsah yang begitu terorganisir seperti ini, maka mereka tidak akan percaya sampai mereka melihatnya dengan mata mereka sendiri. Saya diberikan sebuah pesan pengharapan dengan datang di Jalsah yang penuh berkat ini. Sebab, kerusakan ada di mana-mana di dunia ini hari ini demi kepentingan-kepentingan masing-masing. Namun, melihat semangat dari para muda dan anak-anak di Jalsah ini, saya dapat melihat bahwa para pemuda yang tanpa pamrih ini akan menyebabkan lahirnya sebuah dunia yang baru yang kosong dari keakuan. Sebuah dunia yang focus tertingginya adalah khidmat/membantu orang lain. Ahmadiyah dengan ajaran yang sangat indah ini menjadi cermin yang amat jernih bagi orang-orang selainnya, yang mana ia (Ahmadiyah) menunjukkan wajah cantik Islam ke seluruh penjuru dunia.”

Ia menambahkan, “Sebagai seorang jurnalis, saya telah berkunjung ke berbagai belahan dunia dan menyaksikan banyak sekali pertemuan dalam skala yang besar. Saya telah melihat manajemen dan organisasi Haji dan pertemuan-pertemuan besar di Iran dan juga telah menghadiri konferensi PBB, tetapi saya belum pernah melihat organisasi semacam ini di tempat lain. Para pemuda dan orang tua ini selalu siap sedia melayani para tamu dan mereka dibimbing oleh Khalifah mereka setiap waktu. Pengalaman mengherankan bagi saya melihat orang-orang dari berbagai bangsa berlomba-lomba untuk berkhidmat melayani tamu dengan wajah ceria. Saya menemukan diri saya tidak dapat mengungkapkan perasaan hati saya dengan tepat. Sulit untuk mengatakan siapa diantara mereka yang kaya atau yang miskin. Semua orang bekerja siang dan malam dengan semangat dan gairat yang sama, yaitu untuk melayani orang lain dan membuat mereka nyaman.”

“Manajemen MTA juga sangat berkesan bagi saya”, imbuhnya. “Saya adalah mantan direktur Stasiun Televisi Nasional di Benin. Saya belum pernah melihat organisasi semacam ini yang begitu banyak jumlah terjemahan dalam bahasa yang berbeda-beda dilakukan secara bersamaan, bahkan hal seperti itu tidak juga ditemukan di PBB. Sebegitu banyaknya terjemahan sehingga setiap tamu yang datang dapat mendengarkan acara-acara dalam Jalsah ini dalam bahasanya sendiri sehingga mereka merasa seolah-olah Jalsah ini diadakan di kalangan bangsa mereka sendiri dan dalam bahasa mereka sendiri. Saya lihat dalam Ahmadiyah bahwa agama harus mendapatkan prioritas yang utama diatas segala hal dan kebenaran akan selalu menang sedangkan seseorang yang tampaknya terlihat berkuasa namun faktanya, ia tidak berkuasa/tidak selamanya berkuasa atas segala sesuatu. Dengan berpartisipasi dalam Jalsah ini, saya menyadari bahwa masih ada jalan yang terbuka lebar untuk bertemu dengan Tuhan jika seseorang memang mau menempuh jalan itu.”

Jaksa Agung Kongo berkata, “Saya telah menjabat sebagai hakim selama 25 tahun dan telah mempelajari Jalsah anda secara mendalam dan menyadari bahwa kekayaan saja tidaklah cukup bermanfaat selama tidak ada kesatu-paduan. Jika anda sekalian menjadi seperti satu tubuh maka anda bisa melakukan banyak hal. Para relawan di dalam Jalsah ini bersatu-padu menjadi satu kesatuan, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dan mengubah sebuah hutan menjadi sebuah tempat berpenghuni dan beradab yang di dalamnya disediakan toilet bersih dan penginapan. Stasiun radio dan Televisi dalam berbagai bahasa ada di sini menyiarkan program-program Jalsah. Orang kaya dan orang miskin menjadi relawan yang datang dari berbagai negara, dari kalangan terkemuka,
para politisi, para cendekiawan, para penulis; orang-orang dari semua lapisan masyarakat yang berbeda-beda, mereka semua ada di sini, bersatu dan saling bekerja sama.

Melayani sekitar 40.000 tamu, mengurus penyediaan makan-minum mereka, memindahkan mereka dari satu tempat ke tempat lain dan memperhatikan keperluan mereka lainnya bukanlah satu pekerjaan yang mudah, tetapi relawan yang mencapai jumlah 6000 itu melakukan tugas mereka dengan perasaan senang dan gembira tanpa ada keributan dan kerusuhan. Usia dari para relawan berkisar antara 3 tahun sampai 80 tahun. Para relawan ini merasa sangat gembira dan bahagia ketika melayani tamu. Yang saya lihat di tiap tempat hanyalah cinta kasih dan persatuan. Saya rasa Jemaat Ahmadiyah sedang melakukan pekerjaan yang amat altruis (dermawan) dan pekerjaan ini tidak akan pernah gagal, dengan izin Allah. Saya ingin katakan kepada semua orang, jika mereka mempelajari Jemaat dengan lebih dekat lagi, merea akan memahaminya sendiri. Ketika saya datang ke Jalsah, saya merasa canggung hanya setengah jam pertama. Setelah itu, orang-orang datang sendiri kepada saya, lalu mereka memperkenalkan diri mereka. Seolah-olah kami telah saling mengenal satu sama lain sejak dulu.”
Termasuk diantara keistimewaan Jalsah adalah para tamu non Ahmadi begitu terkesan positif bukan hanya pada para relawan/panitia saja, bahkan juga terhada anggota-anggota yang hadir di Jalsah pun mereka terkesan secara baik. Ini adalah bentuk tabligh pasif/diam-diam (silent tabligh/khamusyi tabligh). Maka dari itu, para relawan yang bertugas harus bersyukur kepada Allah Ta’ala karena mereka mendapatkan taufik menyebarkan pesan perdamaian (tabligh-dakwah) melalui akhlak dan perbuatan mereka, meningalkan kesan baik di hati para tamu non Muslim dan memperoleh karunia Allah.

Demikian pula, para Ahmadi yang hadir di Jalsah juga harus bersyukur kepada Allah Ta’ala karena telah memberikan mereka kesempatan untuk bertabligh dengan cara itu. Penasehat khusus Presiden Nigeria tentang masalah-masalah agama juga turut hadir dalam Jalsah UK ini. Dia mengatakan, “Saya menghabiskan sepanjang waktu saya untuk bepergian dan menghadiri berbagai acara keagamaan tapi saya tidak pernah menyaksikan acara pertemuan keruhanian seperti ini. Saya merasa seolah-olah cahaya Ilahi turun dari langit. Ketika menyaksikan prosesi Ba’iat, saya merasa seolah-olah ia adalah bagian dari Ba’iatur Ridhwan (baiat Nabi Muhammad saw bersama para Sahabat).”

Seorang teman dari Jepang, Tn Ayuma Yusuf yang merupakan seorang sarjana terkenal bidang pertanian di negaranya berkata, “Gairah dan semangat berkhidmat para anak dan pemuda/i Ahmadi pantas untuk diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Tidak ada pemuda-pemudi seperti itu di golongan-golongan lainnya di dunia ini yang secara sukarela berkhidmat dengan penuh semangat seperti yang pemuda/i Ahmadi lakukan. Anda hanya akan menyaksikan pemandangan tersebut di Jalsah Salanah. Beberapa anak muda cekatan dalam menyediakan makanan bagi para tamu. Beberapa memperhatikan dari satu tempat ke tempat lain. Anak-anak menyediakan air minum untuk orang-orang. Saya lihat di beberapa tempat lainnya orang tua juga sibuk bekerja. (Beberapa diantara mereka mengurusi penjemputan tamu). Gairah dan semangat yang saya lihat dalam diri mereka itu adalah jaminan masa depan komunitas Ahmadiyah begitu cerah.” (“Insya Allah itu akan menjadi.”) Wakil Presiden Uganda, Edward Kiwanuka Ssekandi juga datang dan menghadiri Jalsah. Ketika beliau diajak mengelilingi area Jalsah, beliau sangat terkejut ketika mengetahui semua pekerja/panitia adalah relawan. Saat melihat seksi keamanan, tadinya beliau mengira paling tidak panitia keamanan harus dibayar, tetapi kemudian beliau diberitahu lagi bahwa mereka juga sukarelawan.

Beliau terkejut/terkesan mendengar hal tersebut. Beliau berkata, “Saya belum pernah melihat sebuah pertemuan umat Muslim dalam skala besar yang aman damai seperti ini. Saya hanya mendengar tentang umat Islam hanya menyakiti sesama manusia saja dan bahkan menggorok leher satu sama lain. Umat Islam di Uganda saling berperang satu dengan yang lain dan Pemerintah seringkali harus ikut campur tangan. Tetapi, saya menyadari sekarang siapa orang Islam yang sesungguhnya, dan ajaran Islam adalah ajaran keamanan dan kedamaian.”

Seorang wanita Dr Rina Srinakowi dari Rusia, pengajar di Universitas bidang
ketimuran berkata, “Selama hidup saya, ini pertama kalinya saya ikut Jalsah Jemaat Ahmadiyah,
pengalaman itu takkan saya lupakan. Sebabnya, bukan hanya pada pengaturan dan ketertibannya
yang juara satu saja, melainkan suasana Jalsah penuh secara ruhaniah. Jemaat Ahmadiyah
mengungkapkan kepada setiap yang datang lama maupun baru berupa wajah Islam hakii dan segar
melalui kecintaan dan derajat luhur penyambutan tamu.”

Seorang tamu dari Islandia mengatakan, “Mengikuti Jalsah ini adalah salah satu pengalaman yang paling luar biasa dan paling indah dalam hidup saya. Keimanan saya diperbaharui kembali setelah menyaksikan 40.000 orang berkumpul bersama-sama dalam sebuah pertemuan yang aman dan damai. Saya sangat terkesan dengan penerimaan tamu yang Anda lakukan. Saya akan coba untuk menyebarkan ajaran sejati Islam yang penuh kecintaan dan perdamaian ini.”

Atmosfer dan suasana yang tercipta selama berlangsungnya Jalsah memiliki kesan yang sangat
baik bagi banyak orang. Tapi, terkadang peserta Jalsah juga berkelakuan buruk yang meninggalkan kesan negatif. Namun demikian, dengan karunia Allah, kejadiankejadian itu tidak terjadi di mata para tamu. Tahun ini juga, kita menyaksikan beberapa peristiwa yang seharusnya tidak terjadi. Beberapa orang bertengkar diantara mereka. Bagi orang-orang yang demikian harus memperhatikan bahwa kelakuan buruk mereka itu bukan hanya berdampak jelek bagi reputasi Jemaat saja, bahkan juga akan membuat tamu yang datang dari luar Jemaat menjadi menjauh dari Islam secara umum dan mereka akan menggolongkan Jemaat Islam Ahmadiyah sebagai golongan yang bertentangan dengan pesan/ajaran yang disampaikannya sendiri. Setiap Ahmadi harus menyadari hal ini terutama selama
berlangsungnya Jalsah ini dan di hari-hari biasa pun mereka harus memperhatikan hal tersebut. Allah
Ta’ala menutupi kekurangan-kekurangan kita dan para tamu tidak perlu melihat hal-hal seperti itu
dan kita tetap harus lebih berhati-hati.

Seorang tamu dari Yunani mengatakan, “Pengaturan Jalsah sangat bagus dan para relawan
pun melakukan pekerjaan yang terkoordinasi dalam tiap hal. Ketika saya bertemu dengan orangorang
dari berbagai negara, saya mencoba untuk membuat sebuah daftar orang-orang yang berasal
dari berbagai negara yang ikut berpartisipasi dalam Jalsah ini dan jumlahnya lebih dari 30 negara.
Saya terkejut. Ketika saya menyaksikan prosesi ba’iat pada hari ketiga di Jalsah gah. Itu
pemandangan bersifat ruhani menurut saya. Saya lihat orang-orang begitu emosional dan larut
sedemikian rupa dan saya pikir pemandangan itu adalah sangat indah untuk disaksikan.”

Satu rombongan dari Makedonia hadir di Jalsah ini. Seorang perempuan dari rombongan itu mengatakan, “Saya cukup terkejut melihat semua fasilitas telah disediakan. Saya sangat terkesan dengan anak-anak dan para muda yang melayani para tamu.”

Seorang anggota Parlemen dari Guatemala, Khyu Sales berkata bahwa penerimaan tamu di Jalsah ini sangatlah luar biasa dan layak jadi rujukan. Demikian pula, dengan menugasi anak-anak beberapa pngkhidmatan adalah seperti sedang mempersiapkan mereka dan membuat para pemuda itu menyadari akan tanggung jawab mereka di masa depan.”

Setiap Ahmadi fokus kepada perubahan akhlak mereka selama Jalsah berlangsung dan dalam
prosesnya, hal itu membuat orang-orang menjadi terkesan. Jalsah telah membuka jalan bagi
penyebaran agama Islam dan Tabligh meskipun tujuan utamanya yaitu perubahan akhlak dari setiap
Ahmadi. Media dan beberapa kelompok Muslim lainnya menampilkan wajah Islam dengan cara yang
negatif dan banyak orang yang merasa bahwa pendapat mereka tentang Islam berubah setelah
menghadiri Jalsah. Dapat kita katakan bahwa untuk menyaksikan keindahan ajaran Islam, maka ia
sebaiknya melihat komunitas Ahmadiyah. Saya juga hendak menyebutkan sebagian komentar dalam
hal ini.

Seorang anggota parlemen Guatemala lainnya, Nn. (Nona) Aliyana mengatakan, “Ini
pertama kalinya saya menghadiri sebuah acara pertemuan umat Muslim. Sebuah pengalaman nan
indah dan cemerlang buat saya karena saya menjadi tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Saya
sangat terkesan dengan Nizham/organisasi Jemaat ini. Tingkat keramahan terhadap tamu serta
suasana kasih dan harmoni layak dijadikan referensi. Saya melihat kecintaan dan persaudaraan
diantara orang-orang yang berbeda pemikiran dan bangsa yang tidak ada bandingannya di Jalsah
ini. Jalsah ini akan menjadi salah satu kenangan berharga yang takkan terlupakan dalam hidup
saya. Saya akan kembali ke negara saya, Guatemala dengan satu harapan agar saya diberi kesempatan
untuk dapat menghadiri Jalsah ini lagi tahun mendatang.”

Tn. Zakriya Sadi, seorang teman non-Ahmadi yang bergelar PhD mengatakan, “Jalsah Salanah merupakan sebuah acara pertemuan umat Islam yang sangat indah. Saya menganggap Jalsah ini sebagai satu cara yang tepat untuk menunjukkan gambaran Islam yang sesungguhnya kepada orang lain. Dari Jalsah ini terdapat informasi jelas bahwa Komunitas Ahmadiyah terlibat dalam mengkhidmati orang lain di seluruh penjuru dunia sesuai keluasan kemampuannya. Apakah itu dengan cara memberikan pelayanan kesehatan kepada orang-orang tidak mampu di daerah terpencil di Afrika atau menyediakan air minum bersih untuk daerah yang terpencil atau dengan usaha lain.

Demikian pula seorang tamu non Muslim, namanya Mr. Tony Whiting, mengatakan, “Saya menyadari orang-orang Inggris bisa belajar banyak dari Jemaat/komunitas Anda. Sebagai contoh, kita bisa belajar dari Anda tentang apa itu komunitas dan bagaimana caranya datang dan bekerja bersama-sama demi perdamaian dan juga bagaimana menyatukan pemuda dan mengajarkan mereka menjadi anggota yang berguna bagi satu masyarakat yang damai. Setelah melihat komunitas Anda ini, maka sama sekali tidak mengherankan mengapa orang-orang dari seluruh penjuru dunia bergabung dengan komunitas Anda.”
Ada banyak peristiwa-peristiwa dari para mubayin baru yang juga dapat membantu tarbiyat
bagi keruhanian mereka. Seorang mubayi’ baru dari Guetamala, Mr. Louis Salfredo berkata,
“Sesuatu kebahagiaan yang sangat luar biasa bagi saya dengan menjadi bagian dari jemaat
internasional ini, sebuah jemaat yang menampilkan wajah dan ajaran Islam yang sesungguhnya ke
seluruh pelosok dunia. Satu contohnya adalah Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah ini, tempat orang orang dari berbagai negara, bangsa dan warna kulit berkumpul bersama menampilkan contoh
keteladanan secara amal perbuatan dalam hal kecintaan dan persaudaraan satu sama lain.

Kami saksikan di Jalsah di sini perwujudan sejati dari Love For All Hatred For None. [ “الحب للجميع ولا كراهية لأحد” ] Kecintaan bagi semua, tiada kebencian bagi siapa pun.”

Seorang wanita Belgia, Ms Fatima Diyalo juga menghadiri Jalsah dengan dua orang anaknya dan kemudian bergabung kedalam Ahmadiyah di Jalsah ini. Dia mengatakan, “Suami saya memperkenalkan saya kepada Jemaat tapi saya mendengar pendapat yang berbeda-beda tentang Ahmadiyah. Sebagian berkata Jemaat Ahmadiyah adalah golongan Islam sama saja dengan golongan- golongan Islam lainnya. Sebagian lagi berkata Ahmadiyah adalah bukan Islam. Saya memutuskan untuk ikut serta dalam Jalsah dan mencari tahu sendiri kebenarannya. Setelah menghadiri Jalsah, saya jadi tahu bahwa para anggota Jemaat Ahmadiyah adalah orang-orang yang elok lagi beradab dan mereka adalah Muslim sejati.”
Selanjutnya ia berkata tentang khotbah saya, “Khotbah-khotbah beliau itu berdasarkan pada sabda-sabda Nabi Muhammad saw dan nasehat-nasehat yang berulang-ulang tentang mendirikan keamanan dan kedamaian, menghiasi diri dengan kejujuran, kesantunan dan lapang dada. Saya bersyukur kepada Allah Yang telah membimbing saya ke jalan yang mengarah kepada-Nya. Saya berterima kasih kepada para relawan atas pengkhidmatan yang mereka lakukan siang dan malam, meskipun dalam kondisi yang sangat lelah. Saya berterima kasih juga atas penghormatan yang mereka berikan kepada para tamu.”

Seorang profesor dari Jepang yang telah saya sebutkan sebelumnya mengatakan, “Dengan menyaksikan lebih dari 30.000 orang dari 80 negara lebih, hari ini saya merasa Jalsah ini dan bendera dari berbagai negara memberikan gambaran persis PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa). Tapi ketika saya mendengarkan pidato terakhir Khalifah berkenaan dengan isu-isu global penting yang berdampak kepada seluruh dunia, bukan hanya satu negara saja, maka pendapat saya berubah. Sebab, di PBB, setiap perwakilan dari negara-negara hanya berbicara mengenai kepentingan dan keuntungan bagi negaranya sendiri tanpa peduli apakah itu benar atau salah. Sementara Khalifah berbicara tentang isu-isu global yang berdampak kepada dunia secara keseluruhan, tentang keadilan dst. Hal ini yang membuat Jalsah lebih istimewa dibanding PBB.”

Dengan karunia Allah Ta’ala, media cetak dan elektronik yang meliput Jalsah tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan tahun-tahun lalu. Berdasarkan laporan Pusat Jemaat di bidang Pers dan media, liputan dimulai sejak sebelum Jalsah. BBC, Radio 4, The Economist, The Guardian, The Independent, Channel 4, Daily Telegraph, Daily Mail (suratkabar online yang paling banyak dibaca di UK), Daily Express, The Sun (Suratkabar cetak yang paling banyak dibaca di UK), Radio LPC London, Live TV, Sky News, Channel5, Scottish TV, Belfast Telegraph, Nottingham Post meliput pelaksanaan Jalsah. Selain itu, saluran wilayah BBC juga menyiarkan beritanya maka dengan demikian media cetak dan online menjangkau sekitar 41 juta orang pembaca. Jumlah pendengar 2, 48 juta orang begitu pula pemirsa Televisi. Jika kita menambahkan sarana-sarana lainnya seperti menggunakan jejaring social yang mencapai 91 orang, maka total jangkauannya mencapai 135 juta orang.

Laporan ini ditulis dengan hati-hati dan teliti. Tidak semua jumlah angka itu sejumlah pembaca
suratkabar bahwa semuanya betul-betul tahu semua beritanya. Atas hal itu, jika kita anggap bahwa
tidak semua orang pembaca itu membaca semua isi suratkabar, maka kita ambil 20% saja, apabila
dihitung dengan cermat, maka akan didapati capaian angka 27 juta orang yang telah menerima pesan
kecintaan dan kedamaian dari pihak Jemaat Ahmadiyah. Jangkauan 20% itu membuat kita
menyadari pesan ini telah menjangkau 6 juta orang lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu.
Sementara saya sendiri secara pribadi beranggapan pesan kita ini telah menjangkau lebih dari 100
juta orang. Di tahun lalu tidak sejumlah itu. Bagian Pers dan Media kita juga merasa heran dan
takjub atas jangkauan dari Jalsah Salanah ini dan kemudian mereka mengatakan bahwa ini sematamata
merupakan karunia dari Allah Ta’ala saja. Departemen Tabligh Jemaat UK melaporkan bahwa
ada tiga artikel tentang Jalsah ini, yang dimuat oleh Surat Kabar South West Londoner dan pembaca
surat kabar online ini sekitar 150.000 orang. Majalah ‘Magazine Herald’ di Skotlandia juga
menerbitkan sebuah artikel tentang Jalsah dan jumlah pembacanya sekitar 150.000-175.000 orang.
Dua surat kabar nasional Belgia juga menerbitkan artikel-artikel tentang Jalsah.

Seorang wartawan dari stasiun televisi TVG di Guyana beserta juru kameranya, juga turut
ambil bagian dalam Jalsah tersebut untuk membuat laporan tentang Jalsah dan kemudian dilaporkan
kepada TVG untuk ditayangkan selama empat hari berturut-turut, dari hari Kamis hingga Minggu
dalam buletin berita malam. Guyana Times, sebuah surat kabar terkenal, menerbitkan beberapa
artikel tentang Jalsah. Penonton dari TV tersebut berjumlah lebih dari 200.000 orang dan pembaca
surat kabar tersebut berjumlah sekitar 300.000 orang.

Banyak orang yang menulis komentar mereka di bawah artikel-artikel tersebut. Diantaranya mengatakan bahwa Jemaat Ahmadiyah istimewa dibanding golongan Islam lainnya. Umat Islam lainnya membenci Ahmadiyah padahal Komunitas Ahmadiyah justru menyajikan wajah Islam yang sesungguhnya. Seseorang menulis, Jemaat Ahmadiyah adalah Jemaat yang damai dalam arti yang sebenar-benarnya, tapi meski demikian, kaum Ahlus Sunnah malah menganggap mereka kafir dan menzaliminya. Sebagian menulis bahwa Ahmadiyah percaya bahwa Tuhan-nya umat Hindu, yaitu Krishna, adalah seorang nabi. Seorang menulis, “Mereka adalah komunitas yang penuh cinta damai, pemikiran mereka berbeda dengan golongan Muslim lain, itulah sebabnya mengapa mereka mengalami penganiayaan di berbagai daerah.” Banyak orang yang menulis di surat kabar yang mengatakan, “Kami merasa terkesan dan kami berharap Jemaat Ahmadiyah memiliki pengaruh yang lebih besar lagi.”

Seorang dari mereka menulis, “Beberapa orang mengatakan kapan umat Islam akan mengangkat suara mereka untuk melawan segala bentuk ekstremisme? Ahmadiyah telah mengangkat suara mereka untuk melawan ekstremisme sejak lama tapi tidak ada yang memberi perhatian kepada mereka. 0rang-orang justru lebih memperhatikan dan menghakimi umat Muslim perdasarkan kabar-kabar yang tersebar di media-media.” Seseorang menulis terkait berita yang tersebar di Prancis, “Kami berharap Prancis juga menyelenggarakan pertemuan yang serupa sehingga kaum ekstremis bisa berhenti memaksakan pandangan mereka yang bodoh itu kepada orang lain.”

Banyak orang yang berkomentar bahwa Jalsah seperti ini harusnya diadakan sejak dulu tapi orang-orang ini tidak mengetahui kita telah bekerja sejak lebih dari 100 tahun. Namun, Pers dan media tidak memberikan liputan apapun dan tidak memperhatikan sehingga orang-orang berpikiran ini adalah pertama kalinya kita menyelenggarakan Jalsah dan mengangkat suara kita menentang ekstremisme. Beberapa orang merasa bahwa ini adalah pertama kalinya pesan perdamaian disampaikan ke seluruh dunia.

Dengan perantaraan MTA Afrika dan saluran-saluran lainnya cakupan liputan mencapai benua Afrika. MTA Afrika Internasional untuk pertama kalinya, meliput dan menyiarkan program Jalsah. Ratusan orang dari Afrika barat dan timur mengirimkan pesan ucapan selamat. Selain MTA Afrika, saluran-saluran TV berikut ini menyiarkan Jalsah, diantaranya TV Nasional Ghana, Sine+ TV Ghana, Afriqa TV, Sierra Leone National dan MI TV Nigeria. Sebuah stasiun televisi di Benin juga menayangkan acara Jalsah. Berbagai saluran TV dan radio di berbagai wilayah di Kongo Brazaville juga menayangkannya/menyiarkannya. Asosiasi Penyiaran Uganda awalnya mengatakan tidak akan menayangkan acara Jalsah tapi pada akhirnya mereka membolehkan penayangannya. Demikian pula, Rwanda juga menayangkan acara Jalsah.

Liputan dari media dan penayangannya atas program Jalsah serta kesan baik terhadap Jalsah menghasilkan banyak orang yang ba’iat, masuk ke dalam Jemaat Ahmadiyah. Di Kongo Brazaville, seseorang beragama Kristen, Tn. Willie diajak menyaksikan Jalsah selama 3 hari di rumah missi. Dia berkata, “Sebelumnya saya takut kepada umat Islam, dan juga tidak pernah merasakan kecintaan dan kasih sayang seperti yang saya rasakan ketika berada diantara kaum Ahmadi. Pidato Khalifa-e-waqt
sangat berkesan dalam diri saya dan membuat saya sadar dan akhirnya saya pun baiat.” Seorang ketua
Jemaat mempunyai istri yang beragama Kristen. Ia telah menyampaikan tabligh Islam kepadanya
namun sang istri belum tertarik pada Islam. Tahun ini ia menyaksikan program Jalsah. Dia
mendengar pidato saya dan memutuskan untuk baiat bergabung dengan Jemaat. Dia mengatakan,
“Saya bisa melihat dan merasakan bahwa yang ada di sini hanyalah kebenaran dan kami diajarkan
cara-cara untuk menjalani hidup dengan benar.”

Saya telah menyajikan beberapa keteladanan dan kisah dari sekian banyak kisah yang telah
sebelumnya disampaikan kepada saya dan masih terus disampaikan. Saya telah memilihkan
sebagiannya. Allah Ta’ala telah memperluas/memperbanyak/meningkatkan karunia-Nya yang Dia
anugerahkan kepada kita secara terus-menerus, sehingga dalam hal ini kita pun seyogyanya harus
memperbanyak rasa syukur yang kita panjatkan kepada Allah Ta’ala supaya kita menerima janji
لأزيدنّكم” ” “Aku tambahkan untuk kalian” secara dawam dan supaya Dia meningkatkan pahala dan
nikmat untuk kita lebih banyak lagi dan berlanjut terus. Setiap Ahmadi yang mengikuti Jalsah,
bahkan di seluruh dunia yang menyaksikan Jalsah ini jika tidak hadir di Jalsah ini, harus berada di
level tertinggi dalam bersyukur kepada Allah Ta’ala, satu-satunya cara ialah kita harus menaati
perintah-perintah Allah Ta’ala.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita semua untuk dapat mengamalkannya. Saya hendak berbicara kepada para pengurus. Saya tidak akan menyampaikan banyak hal tentang manajemen karena waktu. Ada beberapa kelemahan dalam pengaturan Jalsah, saya telah menerima berita dari beberapa bagian, diantara dalam bidang scanning, parker dan juga keamanan. Ada keharusan perencanaan yang lebih baik. Kita harus tingkatkan lagi dan mulai mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang untuk menghapus kekurangan tersebut. Kita perlu merencanakan dan meningkatkan kinerja kita serta menghilangkan kekurangan-kekurangan tersebut. Pikirkanlah soal ini dan kemudian berikan laporan kepada saya (Hadhrat Khalifatul-Masih aba) juga. Semoga Allah memberi taufik kepada mereka.

Pent: Irfan Hafidhur Rahman & Dildaar Ahmad Dartono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *